Friday 25 October 2013

Pembagian Kelas IP Address


Sebelumnya saya sudah membahas tentang pengertian dan definisi tentang IP address. Untuk kali ini saya akan membahas tentang pembagian kelas IP address. Dasar pertimbangan pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk mempermudah pendistribusian pendaftaran IP address.


IP address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan dalam kelas-kelas.

IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas A jaringan. IP address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP address Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer/router di suatu jaringan host ID-nya harus Unik (harus berbeda dgn komputer yg lain).
PEMBAGIAN KELAS IP ADDRESS
Kelas A
Format
: 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama
: 0
Panjang Net ID
: 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID
: 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama
: 0 - 127
Range IP address
: 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network
: 126
Jumlah IP address
: 16.777.214

IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak.
cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6

Kelas B

Format
: 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama
: 10
Panjang Net ID
: 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID
: 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama
: 128 - 191
Range IP address
: 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network
: 16.384
Jumlah IP address
: 65.534

Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.




Kelas C

Format
: 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama
: 110
Panjang Net ID
: 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID
: 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama
: 192 - 223
Range IP address
: 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network
: 2.097.152
Jumlah IP address
: 254

Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.

Kelas D

Format
: 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama
: 1110
Bit multicast
: 28 bit
Byte Inisial
: 224-247
Deskripsi
: Kelas D adalah ruang alamat multicast

Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.





Kelas E

Format
: 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama
: 1111
Bit cadangan
: 28 bit
Byte inisial
: 248-255
Deskripsi
: Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental

Demikian ulasan tentang pembagian kelas IP address, semoga bermanfaat.


No comments:

Post a Comment