Showing posts with label Pengertian Aplikasi. Show all posts
Showing posts with label Pengertian Aplikasi. Show all posts

Saturday, 14 December 2013

Internet Download Manager

Internet Download Manager atau biasa disingkat IDM , adalah perangkat lunak yang mampumengunduh data-data yang ada di internet dan meneruskan kembali. Perangkat buatan New York, Amerika ini menempati posisi teratas dalam memaksimalkan kecepatan mengunduh data. Tampilan dan grafis yang sederhana membuat IDM lebih bersahabat dengan penggunanya.
IDM didukung dengan fitur meneruskan kembali, yaitu untuk mengunduh ulang berkas-berkas yang sebelumnya terputus karena masalah teknis maupun nonteknis. IDM juga memiliki fitur unduh yang cepat dengan kemampuan melakukan segmentasi berkas secara otomatis dan didukung dengan teknologi yang aman.
Perangkat lunak ini memiliki kemampuan yang lebih baik daripada peranti lunak sejenis yang ada saat ini, karena fitur yang dimiliki dalam membagi data yang sedang diunduh menjadi beberapa bagian terpisah untuk kemudian disatukan kembali setelah proses mengunduh selesai. Proses ini dinamakan multipart. Akan tetapi, IDM berbeda dengan perangkat sejenisnya karena proses multipart ini dilakukan secara bersamaan dan kecepatannya hingga 500% atau lima kali lipat lebih baik sebagaimana diklaim oleh pembuat IDM ini.
IDM mampu membagi sebuah berkas saat proses mengunduh berlangsung hingga menjadi tujuh sampai delapan bagian atau . Sebuah berkas yang diunduh dan terbagi menjadi delapan bagian selanjutnya ditangani oleh IDM yakni dengan membagi kecepatan yang sama besar per bagiannya. Namun jika bagian-bagian tadi ada yang mengalami hambatan dalam proses unduh maka kecepatan pada bagian lain akan digunakan untuk membantu bagian yang lambat tadi.
Versi terbaru IDM download 5,18 menambahkan panel untuk web-pemain yang dapat digunakan untuk mengunduh flash video dari situs seperti YouTube, MySpaceTV, dan Google Video. Fitur ini juga dilengkapi oleh Vista support, YouTube grabber, dipugar scheduler, dan MMS dukungan protokol. Versi baru juga menambahkan integrasi untuk Internet Explorer dan browser berbasis Internet Explorer, didesain ulang dan, peningkatan toolbar, dan perbaikan fitur baru lainnya.

Pengertian IP address

Pengertian IP Address pada jaringan komputer beserta kelas IP Address dan macam macam IP Address,

PENGERTIAN IP ADDRESS

sebuah alamat sebuah host yang terhubung dalam jaringan internet. bisa juga dalam jaringan Local Area Network (LAN). IP Address ada dua macam yaitu IP versi 4 (IPv4) dan IP versi 6 (IPv6).

IP versi 4 (IPv4) yang terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia, contoh nya yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.

IP versi 6 (IPv6) yang terdiri dari 128-bit, IP ini 4x dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4x dari 4.294.967.296, melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456, wahh, ini angka apaan ? 

Organisasi yang mengatur alokasi IP address adalah IANA ( Internet Assigned Number Authority ), sehingga IANA lah yang mengatur penetapan parameter protokol internet negara-negara di dunia.

KELAS IP ADDRESS

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.

KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191

KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223

KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255
semoga bermanfaat

Apa itu Telnet ?

 TELNET ? APA ITU ?
Mungkin orang awam akan bertanya apa itu telnet, kedengarannya seperti nama warnet, Upsszz salah..!!! Telnet adalah suatu program berbasis OS Windows untuk meremote komputer dengan mode text, tujuannya untuk keperluan administrator bila menangani komputer berjumlah banyak dalam satu jaringan LAN. Dengan bantuan telnet maka pekerjaan administator dapat terbantu. Meski sudah banyak program remote administrator lainnya dalam mode grafik interface (GUI), namun tidak ada salahnya jika kita pelajari lebih dalam.

Yupzz langsung saja kita bahas. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa telnet adalah berbasis teks mode maka buka Command Prompt atau yang biasa kita kenal Cmd.

Start >> Run >> lalu ketik cmd

Maka akan tampil jendela Command Prompt dengan ciri khas hitam pekat dan tulisan putih didalamnya (yaelah udah pada tau kali kk..!!! :D). Langkah selanjutnya ketik telnet dilanjutkan dengan IP address dan Port target seperti gambar dibawah ini.
Telnet 192.168.1.20 23


Disana terdapat tulisan "Could not open connection to the host, on port 23:" yang artinya belum berhasil terkoneksi dengan komputer tujuan. Lalu langkah-langkah apa lagi kah yang kurang?

1. Service telnet belum aktif, untuk mengaktifkannya buka Control Panel >> Administrative Tools >> Services, dalam sekejap akan terbuka jendela "service" dan untuk mengaktifkan "service telnet" anda hanya mencari service dengan nama telnet lalu double klik hingga terbuka jendela "Telnet Properties (local computer)", perhatikan tulisan "Startup type" pilih Automatic dan "Service status" dalam keadaan aktif dengan cara klik tombol "Start". Jika semuanya sukses langsung saja klik "OK"

2. port 23 belum terbuka di komputer tujuan, yuk kita buka..!!! Caranya buka Control Panel >> Security Center, jika sudah muncul jendela "Windows Security Center" perhatikan tulisan "Manage security setting for:" lalu klik "Windows Firewall", penjelasannya seperti gambar dibawah ini:


Setelah muncul jendela "Windows Firewall" lalu klik tombol "Add Port" yang mengharuskan anda untuk mengisi "Name" dan "Port Number". Isi "Name" dengan tulisan telnet atau apa saja yang pasti anda mengingatnya dan isi "Port Number" yang akan dibuka, disini kita akan membuka port 23 lalu klik "Ok", setelah semuanya selesai maka nama port yang telah kita buat akan terdaftar di jendela "Windows Firewall" dan yang pasti harus dalam kedaan aktif.

Pada tahap selanjutnya kita akan melakukan percobaan lagi dengan mengkoneksikan telnet dengan komputer tujuan. yaps langsung saja ketik telnet 192.168.1.20 23 pada CMD. Maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.


Pilih saja "n" yang berarti no (tidak). Akhirnya kita telah berhasil dan aplikasi telnet meminta kita untuk login ke komputer tujuan.


Diharuskan komputer tujuan mempunyai "User Account" beserta passwordnya untuk mengisi login seperti pada tampilan diatas.


Jika telnet sudah berhasil terkoneksi maka tampilannya seperti gambar diatas. Selanjutnya anda akan bermain-main dengan perintah dos untuk copy, delete, run program, dll. Sebagian komputer akan mengalami kendala, dalam artian gagal koneksi setelah login seperti yang baru saja dijelaskan, tampilannya seperti gambar dibawah ini.


Ini dikarenakan komputer yang akan kita remote memiliki lebih dari satu "User Account", agar dapat terkoneksi dengan baik maka ada beberapa langkah lagi yang harus anda lakukan. buka Control Panel >> Administrative Tools >> Local Security Policy, setelah menampilkan jendela Local Security Policy perhatikan pada bagian Security Settings >> Local Policies >> Security Options, lalu cari tulisan "Network access: Sharing anda security model for local accounts" double klik atau klik kanan pilih properties lalu ubah settingan menjadi "Clasic only - local user authenticate as guest" selanjutnya klik "Ok" lalu ulangi langkah-langkah diatas dan berhasil.

Thursday, 12 December 2013

Apa itu Microsoft Access ?

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

Tuesday, 10 December 2013

Apa Itu Joomla ?

 JOOMLA

Joomla is a free and open-source content management framework for publishing web content. It is built on a model–view–controller web application framework that can also be used independently.

Joomla is written in PHP, uses object-oriented programming (OOP) techniques (since version 1.5) and software design patterns,stores data in a MySQL, MS SQL (since version 2.5), or PostgreSQL (since version 3.0) database, and includes features such as page caching, RSS feeds, printable versions of pages, news flashes, blogs, polls, search, and support for language internationalization.

As of July 2013, Joomla has been downloaded over 35 million times. Over 6,000 free and commercial extensions are available from the official Joomla! Extension Directory, and more are available from other sources. It is estimated to be the second most used content management system (CMS) on the Internet after WordPress.Contents

    1 History
    2 Version history
    3 Deployment
    4 Joomla templates
    5 Joomla extensions
        5.1 Examples of sites that use Joomla
    6 See also
    7 References
    8 External links

History

Joomla was the result of a fork of Mambo on August 17, 2005. At that time, the Mambo name was trademarked by Miro International Pvt. Ltd., who formed a non-profit foundation with the stated purpose of funding the project and protecting it from lawsuits. The Joomla development team claimed that many of the provisions of the foundation structure went against previous agreements made by the elected Mambo Steering Committee, lacked the necessary consultation with key stakeholders and included provisions that violated core open source values.
Joomla developers created a website called OpenSourceMatters.org (OSM) to distribute information to users, developers, web designers and the community in general. Project leader Andrew Eddie wrote a letter that appeared on the announcements section of the public forum at mamboserver.com. A little more than one thousand people had joined OpenSourceMatters.org within a day, most posting words of encouragement and support, and the website received the Slashdot effect as a result. Miro CEO Peter Lamont gave a public response to the development team in an article titled "The Mambo Open Source Controversy — 20 Questions With Miro". This event created controversy within the free software community about the definition of "open source". Forums at many other open source projects were active with postings for and against the actions of both sides.

In the two weeks following Eddie's announcement, teams were re-organized, and the community continued to grow. Eben Moglen and the Software Freedom Law Center (SFLC) assisted the Joomla core team beginning in August 2005, as indicated by Moglen's blog entry from that date and a related OSM announcement. The SFLC continue to provide legal guidance to the Joomla project.

On August 18, Andrew Eddie called for community input on suggested names for the project. The core team indicated that it would make the final decision for the project name based on community input. The core team eventually chose a name that was not on the list of suggested names provided by the community. On September 22, the new name, "Joomla!," was announced. It is the anglicised spelling of the Swahili word jumla meaning "all together" or "as a whole" which also has a similar meaning in at least Arabic and Urdu. On September 26, the development team called for logo submissions from the community and invited the community to vote on the logo; the team announced the community's decision on September 29. On October 2, brand guidelines, a brand manual, and a set of logo resources were published for the community's use.

Joomla won the Packt Publishing Open Source Content Management System Award in 2006, 2007, and 2011.

On October 27, 2008, PACKT Publishing announced that Johan Janssens was the "Most Valued Person" (MVP), for his work as one of the lead developers of the 1.5 Joomla Framework and Architecture. In 2009 Johan Janssens received the "Most Valued Person" award for his role as Joomla architect and development coordinators.
Version history
Joomla versions Version     Release date     Supported until
1.0     2005-09-22     2009-07-22
1.5 (LTS)     2008-01-22     2012-12-01
1.6     2011-01-10     2011-08-19
1.7     2011-07-19     2012-02-24
2.5 (LTS)     2012-01-24     2014-12-31
3.0     2012-09-27     2013-04
3.1     2013-04-24     2013-10
3.2     2013-11-06     2014-03
3.5 (LTS)     2014-03    
4.0     2014-09    
4.1     2015-03    
4.2     2015-09    
4.5 (LTS)     2016-03    
  Release no longer supported
  Release still supported
  Future release

Joomla 1.0 was released on September 22, 2005 as a re-branded release of Mambo 4.5.2.3 that combined other bug and moderate-level security fixes.

Joomla 1.5 was released on January 22, 2008. The latest release of this version was 1.5.26 on March 27, 2012.This version was the first to attain long-term support (LTS). LTS versions are released each three major or minor releases and are supported until three months after the next LTS version is released.

Joomla 1.6 was released on January 10, 2011. This version adds a full access control list functionality plus, user-defined category hierarchy, and admin interface improvements.

Joomla 1.7 was released on July 19, 2011, six months after 1.6.0. This version adds enhanced security and improved migration tools.

Joomla 2.5 was released on January 24, 2012, six months after 1.7.0. This version is a long term support (LTS) release. Originally this release was to be 1.8.0, however the developers announced August 9 that they would rename it to fit into a new version number scheme in which every LTS release is an X.5 release. This version was the first to run on other databases besides MySQL.

Joomla 3.0 was released on September 27, 2012 Originally, it was supposed to be released in July 2012; however, the January/July release schedule was uncomfortable for volunteers, and the schedule was changed to September/March releases. On December 24, 2012, it was decided to add one more version (3.2) to the 3.x series to improve the development life cycle and extend the support of LTS versions. This will also be applied to the 4.x series

Joomla 3.1 was released on April 24, 2013 Release 3.1 includes several new features including tagging.
Deployment

Like many other popular web applications, Joomla can be run on a LAMP stack.

Many web hosts have control panels that allow for automatic installation of Joomla. On Windows, Joomla can be installed using the Microsoft Web Platform Installer, which automatically detects and installs any missing dependencies, such as PHP or MySQL.

Joomla enjoys strong support on the web from hosts that specialize in or support it. Many web sites provide information on installing and maintaining Joomla sites.
Joomla templates

A Joomla template is a multifaceted Joomla extension which is responsible for the layout, design and structure of a Joomla powered website. While the CMS itself manages the content, a template manages the look and feel of the content elements and the overall design of a Joomla driven website. The content and design of a Joomla template is separate and can be edited, changed and deleted separately.

The template is where the design of the main layout for a Joomla site is set. This includes where users place different elements (components, modules, and plug-ins), which are responsible for the different types of content. If the template is designed to allow user customization, the user can change the content placement on the site, e. g., putting the main menu on the right or left side of the screen.
Joomla extensions

Joomla extensions help extend the Joomla websites' ability. There are five types of extensions for Joomla!: Components, Modules, Plugins, Templates, and Languages. Each of these extensions handles a specific function.

    Components: The largest and most complex extensions of them all; they can be seen as mini-applications. Most components have two parts: a site part and an administrator part. Every time a Joomla page loads, one component is called to render the main page body. Components are the major portion of a page because a component is driven by a menu item and every menu item runs a component.

    Plugins: These are more advanced extensions and are, in essence, event handlers. In the execution of any part of Joomla, a module or a component, an event can be triggered. When an event is triggered, plugins that are registered with the application to handle that event execute. For example, a plugin could be used to block user-submitted articles and filter out bad words.

    Templates: Describe the main design of the Joomla website and are the extensions that allow users to change the look of the site. Users will see modules and components on a template. They are customizable and flexible. Templates determine the “style” of a website.

    Modules: Rendering pages flexibly in Joomla requires a module extension, which is then linked to Joomla components to display new content or new images. Joomla modules look like boxes – like the “search” or “login” module. However, they don’t require html to Joomla to work.

    Languages: Very simple extensions that can either be used as a core part or as an extension. Language and font information can also be used for PDF or PSD to Joomla conversions.

Sunday, 8 December 2013

VPN (VIRTUAL PRIVAT NETWORK)

VPN (VIRTUAL PRIVAT NETWORK)


Jaringan komputer merupakan kumpulan komputer yang terhubung secara fisik dan dapat berkomunikasi satu dengan lainnya dengan menggunakan aturan (protocol) tertentu. Mengelola jaringan yang hanya terdiri dari beberapa komputer (host) merupakan pekerjaan mudah. Namun jika jaringan tersebut berkembang dan memiliki ratusan bahkan ribuan host, maka mengelola jaringan akan menjadi mimpi buruk bagi setiap pengelola jaringan (Administrator jaringan).
Belum lagi jika jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda-beda, misalnya ada host yang menggunakan teknologi kabel dan ada yang host yang menggunakan teknologi nirkabel (wireless). Ditambah lagi ada beberapa host yang harus digunakan oleh pengguna umum (public user) dan beberapa host lainnya hanya bisa digunakan pengguna internal (privat user).
Pekerjaan mengelola jaringan juga akan bertambah buruk jika letak ratusan host tersebut tersebar di beberapa gedung ataupun terletak di beberapa kota untuk jaringan dengan skala yang lebih luas. Semua itu membuat perusahaan akan semakin sulit untuk mengatur jaringannya dan selalu berpikir bagaimana cara yang paling efektif untuk mengendalikan jaringan tersebut.
Untuk mempermudah mengelola jaringan dengan skala yang lebih luas tersebut maka jaringan (network) itu harus dipisahkan menjadi beberapa jaringan kecil. Mengatur beberapa jaringan kecil yang penghuninya hanya puluhan host tentu akan lebih mudah dari pada mengatur sebuah jaringan besar yang berisi ratusan bahkan ratusan/ribuan host. Dalam proposal ini, Teknik memisahkan jaringan ini dapat diimplementasikan untuk jaringan local antar kota atau dengan kata lain jaringan Metro Lan antar gedung, penerapan metrolan bersamaan dengan penerapan protokol Virtual Private Network (VPN).



Pembangunan sistem informasi sistem VPN disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

 Kemampuan membentuk jaringan LAN yang tidak di batasi tempat dan waktu, karena koneksitasnya dilakukan via internet. Koneksi internet apapun dapat digunakan seperti Dial-Up, ADSL, Cable Modem, WIFI, 3G, CDMA Net, GPRS,….



 Bisa digunakan untuk penggunaan suatu database terpusat untuk mengkomunikasikan antara server dan client via internet seperti Aplikasi Perdagangan, Purchase, P.O.S, Accounting, Cashir, Billing system, General Ledger, Remote Web Camera, DLL




 pimpinan dengan cepat & tepat mengambil keputusan yang akan diambil, karena pimpinan perusahaan dimanapun bisa mengakses system keuangan, purchasing kantor karena notebook yang digunakan terhubung langsung ke system data base perusahaan melalui koneksi VPN server.




 mensupport unlimited jumlah server & client yang berada dibelakang router server secara simultant




 Dimanapun berada dapat melakukan koneksitas dengan PC dikantor misalnya dengan memanfaatkan software yang bekerja dijaringan LAN seperti Citrix, Windows Terminal Server, VNC, Radmin, VOIP, dan lain sebagainya.




 Jika perusahaan ingin mengoptimalkan biaya untuk membangun jaringan yang lebih luas, system ini dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal dengan biaya yang relatif kecil, karena transmisi data teknologinya menggunakan media jaringan public yang sudah ada tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya bulanan.




 jangkauan jaringan lokal yang dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat, karena proses instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat di daerahnya. penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.




 penggunaaan VPN dapat mengurangi biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan leased line sebagai cara tradisional untuk mengimplementasikan WAN.  Dapat mengurangi biaya pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel (leased line) yang panjang. Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar. Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin meningkat pula biaya produksinya.




 Menggunakan internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan biaya dalam jumlah yang relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut dengan pihak ISP (internet service provider) terdekat.




 Memberi kemudahan untuk diakses dari mana saja, sehingga pegawai yang mobile dapat mengakses jaringan khusus perusahaan di manapun berada. Selama bisa mendapatkan akses internet ke ISP terdekat, staff perusahaan tetap dapat melakukan koneksi dengan jaringan khusus perusahaan

Semoga Bermanfaat :)

Friday, 6 December 2013

APA ITU BINNER ?

APA ITU BINNER
    Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atauHexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.




20=1

21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
dst
Ԃ== Perhitungan ==
DesimalBiner (8 bit )
00000 0000
10000 0001
20000 0010
30000 0011
40000 0100
50000 0101
60000 0110
70000 0111
80000 1000
90000 1001
100000 1010
110000 1011
120000 1100
130000 1101
140000 1110
150000 1111
160001 0000
Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.
contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal = 10.
berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010
atau dengan cara yang singkat
10:2=5(0),
5:2=2(1),
2:2=1(0),
1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010

Wednesday, 27 November 2013

Apa itu Floopy disk

Floppy Disk

1. Pengertian Floppy Disk
Floppy disk atau Disket adalah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur, dilapisi lapisan persegi yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Sekarang sudah banyak bermunculan media penyimpanan yang lebih maju dari floppy disk, seperti :CD-R, CD-RW, Flash Disk, dan Zip drive. Walaupun sudah banyak media penyimpanan yang lain, floppy disk masih tetap bertahan.
2. Sejarah Floppy Disk
Awal sejarah floppy disk pada tahun 1967, pada saat IBM (International Bussiness Machines) menugaskan devisi media penyimpanannya untuk menciptakan sebuah system yang sederhana untuk meloading microcode kedalam mainframe 370.
Pada tahun 1971, Dibawah pimpinan Alan shugart dan para teknisi di IBM berhasil mengembangkan floppy disk yang pertama. Pada saat pertama ditemukan namanya bukan floppy disk, melainkan memory disk. Floppy disk diambil dari kata “floppy” yang berarti fleksibel, muncul karena memory disk tersebut yang sangat fleksibel.
Pada tahun 1975, sebuah perusahaan yang bernama Borroughs Corporation mengembangkan prototipe floppy disk berukuran 5 inci. Mereka menginginkan ada sebuah alat yang dapat menggantikan floppy disk yang berukuran 5 inci. Namun, Borroughs Corporation memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini.
Di tahun 1976, disket dan disk drive yang telah fleksibel telah dibuat oleh Alan Shugart atas permintaan perusahaan komputer Laboratories, yang menginginkan agar disk drive dan floppy disk ini dapat gunakan pada komputer desktop mereka. Kemudian para produsen komputer lainnya mengikuti cara ini.
Dan pada tahun 80-an, Berbagai ukuran disk ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Dan masing-masing sistem komputer menggunakan formatnya sendiri-sendiri.
Pada tahun 1981, Sony memperkenalkan disknya yang berukuran 3,5 inci.
Pada tahun 1984, Apple computer memilih format disk produksi Sony tersebut untuk dipasangkan di computer Macintosh yang akhirnya menjadi format standar di Amerika.

3. Perkembangan Floppy Disk
 Tahun 1969 merupakan awal dari Floppy Disk. Pada awal kemunculannya Floppy Disk berukuran 8 inchi dan hanya dapat menyimpan data sebesar 79,7kb. Saat itu floppy disk hanya dapat membaca ( read only ) sehingga ketika data tersimpan tidak dapat dimodifikasi atau dihapus.
Tahun 1976, hadir Floppy Disk berukuran 5¼ inchi. Dapat menyimpan data sebesar 110 kB. Pada perkembangannya terdapat Floppy disk 5¼ inchi yang dapat menyimpan data sebesar 360 kb. Pada Floppy Disk 5¼ inchi telah dapat memodifikasi data dan menghapus data.
Pada tahun 1982 Floppy Disk ukurannya 3½ inchi. Pada awal kemunculannya hanya dapat menyimpan data 264 kb. Pada perkembangan selanjutnya terdapat Floopy Disk 3½ inchi yang berukuran 200 MB. Pada tahun 1990 an keberadaan Floppy Disk berukuran 5¼ inchi mulai lenyap dan Floppy Disk ukuran 3½ inchi menjadi dominan.

4. Jenis-Jenis Floppy Disk
JENIS UKURAN
KAPASITAS
KAPASITAS RANGE
PEMBUAT
3,5 inci
1,44 MB
400kb-1,44MB
SONY
3,5 inci
2,88 MB
-
IBM
5,2 inci
1,2 MB
200kb-1,22MB
SUGHART
8 inci
500 kb
100kb-500kb
IBM
5. Komponen Floppy Disk
1. Write-protectab;
2. Hub;
3. Shutter;
4. Plactic housting;
5. Paper ring;
6. Magnetic disk; dan
7. Disk sector.
 SUMBER ATAU REFERENSI
  1. http://www.Geocities.com/jesayas_2000/floppydisk.htm
  2. http://www.wikipedia.com